Hukum Adat Kawin Jadi Suntung Dayak Pesaguan, Kalimantan Barat

Hukum adat Kawin Jadi Suntung adalah hukum adat tentang tata cara perkawinan suku Dayak Pesaguan, Kalimantan Barat. Perkawinan ini sangat unik karena digelar dalam sebuah prosesi yang panjang dan memerlukan syarat-syarat yang rumit namun mengandung banyak simbol. Tradisi ini terekam dalam hukum adat Kawin Jadi Suntungyang berisi tentang berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengantin laki-laki agar dapat mempersunting seorang gadis. Hukum adat ini juga berisi tentang berbagai prosesi perkawinan mulai dari pertunangan hingga ritual saat kehamilan pertama.

Hukum adat Kawin Jadi Suntung terbagi ke dalam tujuh poin, yaitu batunang ba anduhan (bertunangan dan merencanakan), pasorah pasurung (penyerahan barang dari pengantin laki-laki), ma’arak pangantin (mengarak pengantin laki-laki), papalit tandar (mengoleskan sesuatu pada bagian-bagian tubuh tertentu dari kedua pengantin), pasalin pasibur (pemberian gelar dan panggilan akrab kepada kedua pengantin), manoyikan pangantin (mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan setelah tiga malam), dan papalit bunting (mengoleskan sesuatu saat istri hamil).

About lovelyanita

No Body Is Perfect
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s